Notification

×

Iklan


Iklan





Ribuan Warga Antar Jenazah Kades Pegiringan, Prosesi Pemakaman Viral di Media Sosial

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 16:08 WIB Last Updated 2026-08-01T09:08:57Z
Foto: Lautan warga mengiring jenazah Kades Pegiringan, Pemalang, Kamis (30/7/2026) (Dok. akun Instagram @Pemalang.update)

KilasMalang.com,
 PEMALANG – Prosesi pemakaman Kepala Desa Pegiringan, Kecamatan Bantarbolang, Kabupaten Pemalang, Drs. Sukandar, menjadi perhatian publik setelah video iring-iringan jenazahnya viral di media sosial. Ribuan warga tampak memadati jalan desa untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sosok pemimpin yang dikenal dekat dengan masyarakat.

Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @pemalang.update dan memperlihatkan panjangnya barisan pelayat yang mengiringi jenazah menuju lokasi pemakaman. Unggahan berdurasi sekitar satu menit itu telah disaksikan lebih dari 63 ribu kali dan menuai banyak komentar berisi doa serta ungkapan belasungkawa.

Dalam keterangannya, akun tersebut menuliskan bahwa ribuan masyarakat Kecamatan Bantarbolang turut mengantar kepergian almarhum Drs. Sukandar, seraya mendoakan agar beliau memperoleh husnul khatimah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, prosesi pemakaman berlangsung pada Kamis (30/7/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Sejak jenazah diberangkatkan hingga tiba di tempat peristirahatan terakhir, jalan-jalan desa dipenuhi warga yang ingin mengantarkan almarhum untuk terakhir kalinya.

Kasi Pemerintahan Desa Pegiringan, Slamet, membenarkan bahwa banyaknya pelayat yang hadir merupakan bentuk rasa kehilangan masyarakat terhadap pemimpin mereka.

"Benar, pemakaman berlangsung pada Kamis siang. Warga sangat berduka karena kehilangan sosok kepala desa yang selama ini menjadi panutan," ujarnya saat dikonfirmasi pada Jumat (31/7/2026).

Slamet menjelaskan, Drs. Sukandar meninggal dunia pada Kamis pagi di rumah sakit dalam usia 63 tahun. Kabar duka tersebut dengan cepat menyebar hingga mengundang kedatangan pelayat, tidak hanya dari Desa Pegiringan, tetapi juga dari berbagai desa di sekitarnya.

Menurutnya, semasa menjabat sebagai kepala desa, Sukandar dikenal sebagai pribadi yang rendah hati dan mudah bergaul dengan siapa saja. Ia dinilai mampu membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat tanpa membedakan status sosial maupun latar belakang.

"Beliau selalu merangkul seluruh warga, menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, dan tidak pernah membeda-bedakan masyarakat. Karena itulah banyak orang merasa kehilangan," kata Slamet.

Ramainya pelayat yang mengiringi prosesi pemakaman menjadi gambaran besarnya penghormatan masyarakat kepada almarhum. Kehadiran ribuan warga menunjukkan bahwa dedikasi dan pengabdian Sukandar selama memimpin Desa Pegiringan meninggalkan kesan mendalam di hati masyarakat.

Viralnya video pemakaman tersebut juga mengundang simpati luas dari warganet. Banyak pengguna media sosial yang menyampaikan doa agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta mengenang beliau sebagai pemimpin yang dicintai rakyatnya.

Tidak ada komentar:

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update