Notification

×

Iklan


Iklan





SMAN 1 Sambas Hargai Keputusan MPR, Tolak Final Ulang Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar

Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:21 WIB Last Updated 2026-05-16T01:25:14Z

KilasMalang.com
-- Pihak SMAN 1 Sambas akhirnya memberikan tanggapan resmi terkait polemik yang terjadi dalam ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat tahun 2026. Pernyataan tersebut disampaikan setelah kompetisi itu menjadi sorotan publik dan ramai diperbincangkan di media sosial.

Kontroversi bermula dari beredarnya video yang memperlihatkan adanya perbedaan keputusan juri terhadap jawaban peserta. Dalam tayangan tersebut, jawaban yang diberikan peserta dari SMAN 1 Pontianak dianggap keliru oleh dewan juri. Namun, ketika peserta dari SMAN 1 Sambas menyampaikan jawaban yang sama, jawaban itu justru dinilai benar.

Keputusan tersebut memicu protes dari peserta SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra, yang mempertanyakan konsistensi penilaian juri saat perlombaan berlangsung. Meski protes telah disampaikan secara langsung, keputusan juri tidak berubah.

Situasi yang semakin ramai diperbincangkan akhirnya mendapat perhatian dari Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI selaku penyelenggara kegiatan. Setelah melakukan evaluasi, MPR memutuskan beberapa langkah penyelesaian, termasuk mengulang babak final tingkat Provinsi Kalimantan Barat.

Menanggapi keputusan itu, Kepala SMAN 1 Sambas, Syafaruddin, menyatakan pihak sekolah tetap menghormati langkah yang diambil MPR RI dalam meredam polemik yang berkembang di masyarakat.

Ia juga mengapresiasi upaya penyelenggara dalam mencari solusi atas persoalan tersebut. Akan tetapi, menurutnya, pihak penyelenggara belum maksimal dalam memberikan klarifikasi kepada publik terkait tudingan yang diarahkan kepada SMAN 1 Sambas.

Syafaruddin menilai kondisi tersebut membuat sekolahnya terus menjadi sasaran kritik dan opini negatif. Padahal, menurut dia, peserta dari SMAN 1 Sambas telah mengikuti perlombaan sesuai aturan yang berlaku sejak awal kompetisi berlangsung.

Di sisi lain, SMAN 1 Sambas menegaskan tidak bersedia mengikuti pertandingan final ulang sebagaimana keputusan terbaru dari pihak penyelenggara. Sikap itu disampaikan secara resmi oleh pihak sekolah.

Selain itu, Syafaruddin juga membantah berbagai tuduhan yang beredar, mulai dari dugaan kecurangan hingga isu pengaturan hasil lomba. Ia menegaskan seluruh peserta dari SMAN 1 Sambas telah menjalani kompetisi dengan menjunjung aturan dan ketentuan yang telah disepakati bersama seluruh peserta lomba. [AF]
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update