KilasMalang.com, Salatiga, Jawa Tengah — Sebuah video yang memperlihatkan Kepala Sekolah SDN Dukuh 5 Salatiga tengah memprotes keras menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada petugas dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) viral di media sosial sejak akhir Februari 2026. Video tersebut kini menjadi perbincangan luas di kalangan netizen dan publik lokal.
Dalam video berdurasi beberapa menit yang beredar luas, kepala sekolah tampak menyampaikan keberatan atas kualitas makanan MBG yang dinilai tidak layak konsumsi, termasuk buah jeruk dan roti yang dianggap tidak memenuhi standar gizi yang seharusnya diberikan kepada siswa. Dalam momen itu, ia terlihat berbicara tegas kepada petugas SPPG dan ahli gizi yang mendampingi distribusi MBG.
Rekaman ini awalnya diambil saat kegiatan evaluasi internal pada 24 Februari 2026, namun tanpa disadari kemudian tersebar secara publik dan menjadi viral. Menanggapi situasi tersebut, sejumlah warga dan netizen memberikan dukungan kepada kepala sekolah atas keberaniannya menyuarakan hak kesehatan murid-muridnya.
DPRD Salatiga Lakukan Sidak ke SPPG
Merespons viralnya video tersebut, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Salatiga melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kantor SPPG Sawahan, Kecamatan Sidomukti, untuk memastikan persoalan tersebut ditangani dengan baik. Sidak dilakukan dipimpin langsung oleh Ketua Fraksi dan anggota DPRD pada 1 Maret 2026.
Ketua Fraksi menyampaikan bahwa persoalan kualitas buah dan roti yang ditemukan sudah ditangani antara pihak sekolah dan pengelola SPPG pada hari kejadian. Ia juga menegaskan pentingnya memperketat kontrol kualitas bahan makanan sebelum didistribusikan melalui program MBG agar kejadian serupa tidak terulang.
Pentingnya Standar Kualitas MBG
Program Makan Bergizi Gratis digulirkan sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan asupan gizi anak sekolah dan mendukung pertumbuhan optimal generasi muda. Namun akhir-akhir ini program tersebut kerap menghadapi sorotan publik, terutama terkait kualitas menu yang dirasa kurang layak atau tidak sesuai standar. Kasus viral di Salatiga menjadi salah satu contoh kritik terhadap pelaksanaan program ini di tingkat sekolah.
Pihak sekolah dan DPRD setempat sepakat bahwa video itu awalnya direkam untuk keperluan evaluasi internal layanan, namun tersebarnya konten tersebut di luar konteks membuat isu menjadi lebih besar di media sosial. Mereka berharap kasus ini bisa menjadi momentum untuk memperbaiki mekanisme pengawasan dan transparansi dalam distribusi MBG di seluruh wilayah.
Inilah Full Video Ibu Guru (Kepsek) SDN Dukuh 5 Salatiga, Jawa Tengah Protes MBG ke SPPG









